PUPUK HAYATI MAJEMUK

Pupuk hayati Majemuk merupakan sekumpulan organisme hidup yang aktivitasnya bisa memperbaiki kesuburan tanah, selain itu dapat berfungsi sebagai agen hayati yang dipergunakan untuk pengendalian hama dan penyakit atau organisme pengganggu tanaman dalam proses produksi, pengolahan hasil pertanian dan berbagai keperluannya. Pada musim penghujan seperti sekarang ini banyak hama seperti belalang, lalat, tungau, penggerek, wereng dan lain-lain yang menyebabkan penyakit yang menyerang tanaman baik pertanian maupun holtikultura seperti layu daun, hawar, busuk akar, tungro, mozaik, gemini dan lainnya, sehingga penanganan hama dan penyakit harus segera dilakukan.
Jenis Jenis hama dan penyakit pada tanaman :
1. Serangga : lalat buah, wereng, kumbang bubuk dan ulat
2. Bakteri : ralstonia solanacearum (layu bakteri) dan pseudomonas solanacearum (layu bakteri)
3. Jamur : rhizoctonia solani (busuk pelepah), helmithosporium turcicum (hawar daun), fusarium (busuk tongkol), colletotrichum (antraknosa)
4. Virus : mozaik
Pupuk Hayati Majemuk yang dikembangkan dalam program DIM berbentuk serbuk sehingga sangat mudah,  efektif dan efisien dalam penerapannya yang didalamnya gabungan bakteri terdiri dari :
1. Trichoderma,sp
Keterangan :
• Trichoderma sp. dapat memperbaiki struktur tanah, daya ikat tanah dan daya ikat air, meningkatkan ketersediaan unsur hara, mengurangi ancaman kekeringan, memperbaiki drainase dan tata udara mikro tanah, mengikat besi, membantu proses pelapukan bahan mineral, mengurangi pembakaran lahan, dan ramah lingkungan.
• Trichoderma sp dapat membantu melindungi tanaman dari berbagai penyakit yang diakibatkan oleh jamur/cendawan tular tanah seperti: 1.Layu Fusarium 2.Busuk buah Antraknosa Colletotrichum 3.Layu bakteri Pseudomonas solanacearum 4.Busuk pangkal batang Phytoptora sp.
2. Bauveria bassina
Keterangan :
• B. bassiana merupakan jamur yang menyerang serangga terutama tungau dan wereng.
• Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi B. bassiana efektif menurunkan populasi berbagai spesies tungau dan menekan kerusakan tanaman. Konidia B. bassiana mampu menyebabkan mortalitas tungau hingga mencapai 80-100%.
3. Corynebacterium sp.
Keterangan :
• Mencegah dan mengobati penyakit Hawar Daun Bakteri (Kresek), Bakteri Daun Bergaris, Bacterial Red Stripe (BRS), Blas dan Cercospora pada tanaman padi.
• Mencegah dan mengobati penyakit layu (Fusarium) pada tanaman tomat dan cabai.
• Mencegah dan mengobati penyakit Agar Gada (Plasmodiophora brassicae) pada tanaman kubis.
• Bakteri Corynebacterium sp. dapat mengendalikan penyakit bercak daun, penyakit bengkak akar pada kubis dan penyakit bakteri layu pada pisang.
4. Mikrobakteri
menyuburkan tanah dan meningkatkan hasil pertanian

Share This Post

Post Comment